Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Konsep Derajat Keasaman (pH) - Materi Kimia Kelas 11

Materi Kimia Kelas 11 Konsep Derajat Keasaman (pH) – Dari uraian tetapan kesetimbangan air dapat disimpulkan bahwa besarnya [H+] dalam suatu larutan merupakan salah satu ukuran untuk menentukan tingkat keasaman suatu larutan.

Untuk menyatakan tingkat atau derajat keasaman suatu larutan, pada tahun 1910, seorang ahli dari Denmark, Soren Lautiz Sorensen memperkenalkan suatu bilangan yang sederhana. Bilangan ini diperoleh dari hasil logaritma konsentrasi H+. Bilangan ini kita kenal dengan skala pH. Harga pH berkisar antara 1 – 14 dan ditulis:
setelah sebelumnya dijelaskan materi kimia tentang  Konsep Derajat Keasaman (pH)

Sedangkan hubungan antara pH dan pOH adalah:

Kw = [H+] [OH]
– log Kw = –log [H+] + (–log [OH])
setelah sebelumnya dijelaskan materi kimia tentang  Konsep Derajat Keasaman (pH)

Pada suhu 25 ÂșC, pKw = pH + pOH = 14.

Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa:
  • Larutan bersifat netral jika [H+] = [OH] atau pH = pOH = 7.
  • Larutan bersifat asam jika [H+] > [OH] atau pH < 7.
  • Larutan bersifat basa jika [H+] < [OH] atau pH > 7.

Karena pH dan konsentrasi ion H+ dihubungkan dengan tanda negatif, maka makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH, dan karena bilangan dasar logaritma adalah 10, maka larutan yang nilai pH-nya berbeda sebesar n mempunyai perbedaan ion H+ sebesar 10n.

Perhatikan contoh di bawah ini:

Jika konsentrasi ion H+ = 0,01 M, maka pH = – log 0,01 = 2
Jika konsentrasi ion H+ = 0,001 M (10 kali lebih kecil)
maka pH = – log 0,001
= 3 (naik 1 satuan)

Jadi dapat disimpulkan

  • Makin besar konsentrasi ion H+ makin kecil pH
  • Larutan dengan pH = 1 adalah 10 kali lebih asam daripada larutan dengan pH = 2.


Posting Komentar untuk "Konsep Derajat Keasaman (pH) - Materi Kimia Kelas 11"